Mist Network
Kanalı takip et
Destek

Cara Install WordPress di VPS: Panduan Langkah demi Langkah (Ubuntu 24.04)

Menjalankan WordPress di VPS sendiri berarti kontrol penuh dan sumber daya khusus. Panduan ini membawa Anda dari server Ubuntu 24.04 baru hingga situs HTTPS yang aman dengan Nginx, PHP 8.3 dan MariaDB dalam sekitar setengah jam.

Diperbarui: 5 menit baca
Cara install WordPress di VPS — Nginx, PHP dan MariaDB di Ubuntu 24.04 dengan SSL gratis

Untuk install WordPress di VPS, Anda memasang web server (Nginx), PHP dan database (MariaDB), membuat database dan user untuk WordPress, mengunduh WordPress ke folder situs, mengarahkan domain ke server, lalu menerbitkan sertifikat SSL gratis. Di server Ubuntu 24.04 yang masih bersih, seluruh proses memakan waktu sekitar 30 menit, dan hasilnya situs yang memakai sumber daya server hanya untuk Anda.

Panduan ini menjelaskan setiap perintah. Anda membutuhkan VPS dengan akses root atau sudo, domain yang sudah terdaftar, dan sedikit pengalaman dengan terminal. Ganti example.com dengan domain Anda di semua langkah.

Kenapa menjalankan WordPress di VPS?

Shared hosting lebih mudah, tetapi VPS memberikan hal yang tidak bisa diberikan paket shared:

  • Sumber daya khusus. CPU dan RAM dialokasikan untuk server Anda, jadi situs lain yang ramai tidak membuat situs Anda lambat.
  • Kontrol penuh. Pilih versi PHP, atur cache, pasang Redis atau tool apa pun yang Anda perlukan.
  • Ruang untuk berkembang. Jalankan beberapa situs, salinan staging atau aplikasi lain di server yang sama.

Konsekuensinya, tanggung jawab ada di tangan Anda: update, keamanan dan backup. Jika tidak ingin repot, hosting Plesk terkelola adalah jalan yang lebih sederhana; kami membandingkannya di VPS vs shared hosting.

Yang perlu disiapkan

KebutuhanRekomendasi
Sistem operasiUbuntu 24.04 LTS (PHP 8.3 dan MariaDB ada di repositori bawaan)
Sumber daya1 vCPU dan 2 GB RAM cukup untuk situs kecil; lebih besar untuk WooCommerce atau trafik tinggi
DomainRecord A untuk domain utama dan www yang mengarah ke IP VPS
AksesSSH sebagai root atau user sudo, sebaiknya dengan key

Atur DNS terlebih dahulu agar sempat diperbarui selagi Anda memasang software. Panduan kami tentang cara mengarahkan domain ke VPS menunjukkan record yang tepat.

Langkah 1: install Nginx, PHP dan MariaDB

Masuk lewat SSH, update sistem, lalu install LEMP stack beserta ekstensi PHP yang dipakai WordPress untuk gambar, teks multibahasa, XML dan update:

sudo apt update && sudo apt upgrade -y
sudo apt install -y nginx mariadb-server php-fpm php-mysql php-curl php-gd \
  php-intl php-mbstring php-xml php-zip php-imagick

Ubuntu 24.04 memasang PHP 8.3 dengan PHP-FPM, yang diakses Nginx melalui Unix socket. Nginx dan MariaDB berjalan otomatis dan aktif saat boot.

Langkah 2: buat database dan user

Jalankan skrip keamanan MariaDB (atur password root atau tetap gunakan login socket, hapus user anonim dan database test), lalu buka shell MariaDB dan buat database serta user khusus:

sudo mariadb-secure-installation
sudo mariadb
CREATE DATABASE wordpress DEFAULT CHARACTER SET utf8mb4 COLLATE utf8mb4_unicode_ci;
CREATE USER 'wpuser'@'localhost' IDENTIFIED BY 'use-a-long-random-password';
GRANT ALL PRIVILEGES ON wordpress.* TO 'wpuser'@'localhost';
FLUSH PRIVILEGES;
EXIT;

Gunakan password panjang dan acak, lalu simpan di password manager. User terpisah yang hanya bisa mengakses satu database mencegah situs yang dibobol membaca database Anda yang lain.

Langkah 3: unduh WordPress

Selalu unduh WordPress dari situs resminya, pindahkan ke web root dan berikan kepemilikan ke user web server:

cd /tmp
curl -O https://wordpress.org/latest.tar.gz
tar xzf latest.tar.gz
sudo mv wordpress /var/www/example.com
sudo chown -R www-data:www-data /var/www/example.com

Langkah 4: konfigurasi Nginx untuk WordPress

Buat file /etc/nginx/sites-available/example.com dengan server block berikut. Baris try_files membuat permalink berfungsi, dan blok terakhir menyembunyikan file seperti .htaccess atau folder .git:

server {
    listen 80;
    server_name example.com www.example.com;
    root /var/www/example.com;
    index index.php;
    client_max_body_size 64M;

    location / {
        try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
    }

    location ~ \.php$ {
        include snippets/fastcgi-php.conf;
        fastcgi_pass unix:/run/php/php8.3-fpm.sock;
    }

    location ~ /\.(ht|git) {
        deny all;
    }
}

Aktifkan situs, hapus halaman default, uji konfigurasi dan buka firewall untuk SSH, HTTP dan HTTPS:

sudo ln -s /etc/nginx/sites-available/example.com /etc/nginx/sites-enabled/
sudo rm -f /etc/nginx/sites-enabled/default
sudo nginx -t && sudo systemctl reload nginx
sudo ufw allow OpenSSH
sudo ufw allow 'Nginx Full'
sudo ufw enable
Perhatian: selalu izinkan OpenSSH sebelum menjalankan ufw enable, atau Anda bisa terkunci dari server.

Langkah 5: pasang sertifikat SSL gratis

Setelah domain mengarah ke VPS, Certbot akan mengambil sertifikat Let's Encrypt dan memperbarui konfigurasi Nginx agar HTTP otomatis dialihkan ke HTTPS. Sertifikat diperpanjang sendiri; uji coba memastikan perpanjangan berjalan:

sudo apt install -y certbot python3-certbot-nginx
sudo certbot --nginx -d example.com -d www.example.com
sudo certbot renew --dry-run

Jika Certbot gagal, biasanya record A belum mengarah ke server. Cek dengan dig +short example.com dan tunggu TTL lama habis.

Langkah 6: jalankan installer WordPress

  1. Buka https://example.com di browser dan pilih bahasa.
  2. Masukkan nama database wordpress, user wpuser, password Anda dan host localhost. WordPress akan membuat wp-config.php untuk Anda.
  3. Isi judul situs dan username admin yang bukan admin, dengan password yang kuat.
  4. Login di /wp-admin, buka Pengaturan, Permalink, lalu pilih Nama pos.
Intinya: memasang WordPress adalah bagian yang mudah. Yang membuat situs di VPS tetap sehat adalah langkah selanjutnya: update, backup dan server yang diperkuat.

Langkah 7: atur batas PHP dan performa

Ukuran upload bawaan terlalu kecil untuk tema dan media. Naikkan batasnya di konfigurasi PHP-FPM lalu restart layanan:

# /etc/php/8.3/fpm/php.ini
upload_max_filesize = 64M
post_max_size = 64M
memory_limit = 256M
max_execution_time = 120

sudo systemctl restart php8.3-fpm

Untuk kecepatan, OPcache sudah aktif secara default di Ubuntu. Tambahkan plugin page cache, kompres dan ubah ukuran gambar sebelum diunggah, dan pertimbangkan Redis dengan plugin object cache saat trafik meningkat.

Amankan dan rawat VPS WordPress Anda

  • Selalu update: paket Ubuntu, inti WordPress, tema dan plugin. Aktifkan update keamanan otomatis.
  • Perkuat SSH: login dengan key, matikan login dengan password dan login root. Daftar lengkapnya ada di checklist keamanan VPS kami.
  • Backup file dan database secara terjadwal dan simpan salinannya di luar server.
  • Pasang lebih sedikit plugin: setiap plugin adalah kode yang harus Anda percayai dan update.
  • Batasi percobaan login dengan plugin atau Fail2Ban untuk memperlambat serangan brute force.

Masalah umum dan solusinya

MasalahKemungkinan penyebabSolusi
502 Bad GatewayPath socket PHP-FPM salah atau layanan berhentiCek nama socket di /run/php/ dan restart php8.3-fpm
Error establishing a database connectionData di wp-config.php salahPeriksa lagi nama database, user dan password
Permalink menghasilkan 404Baris try_files tidak adaTambahkan ke blok location / lalu reload Nginx
Update meminta data FTPFile bukan milik www-dataJalankan lagi chown pada folder situs
Upload file besar gagalBatas PHP atau NginxNaikkan upload_max_filesize dan client_max_body_size

WordPress di VPS mistREG

Paket VPS mistREG berjalan di NVMe SSD dan hardware AMD EPYC, dan disiapkan otomatis sekitar 60 detik setelah pembayaran; Ubuntu 24.04 termasuk image yang tersedia. Anda bisa membayar dengan kripto atau kartu dan mendaftarkan domain di akun yang sama, dengan privasi WHOIS dan DNS gratis. Paket VPS Start (1 vCPU, 2 GB RAM, 15 GB SSD) cukup untuk situs WordPress kecil pada umumnya.

< 60 dtksetup otomatis
NVMepenyimpanan SSD
7 harimasa refund

Tidak ingin mengelola server? Hosting Plesk dengan LiteSpeed menjalankan WordPress tanpa command line. Jika tidak, buat akun, bandingkan paket VPS dan baca FAQ, atau tanyakan di Telegram ke @mistnetwork.

Pertanyaan umum

Berapa RAM yang dibutuhkan WordPress di VPS?
Situs WordPress kecil berjalan nyaman di 1 vCPU dan 2 GB RAM dengan Nginx, PHP-FPM dan MariaDB. Toko WooCommerce, banyak plugin atau trafik tinggi sebaiknya memakai 4 GB atau lebih.
Lebih baik Nginx atau Apache untuk WordPress?
Keduanya bekerja dengan baik. Nginx memakai lebih sedikit memori saat beban tinggi dan umum di VPS; Apache membaca file .htaccess yang dibutuhkan sebagian plugin. Di Nginx, aturan rewrite ditulis di server block.
Apakah WordPress di VPS lebih cepat dari shared hosting?
Bisa, karena CPU dan RAM dialokasikan untuk Anda dan Anda mengatur cache sendiri. Namun kecepatan tetap bergantung pada tema, plugin dan cache; VPS yang tidak diatur dengan baik bisa lebih lambat dari shared hosting yang bagus.
Bisakah satu VPS menampung beberapa situs WordPress?
Bisa. Buat database, user, folder dan server block Nginx terpisah untuk setiap situs, dan terbitkan sertifikat untuk setiap domain. Pantau penggunaan RAM saat menambah situs.
Apakah perlu control panel untuk WordPress di VPS?
Tidak. Langkah-langkah di panduan ini hanya memakai command line. Panel seperti Plesk memudahkan pengelolaan, tetapi memakai sumber daya tambahan dan mungkin memerlukan lisensi.

Artikel terkait

Artikel terbaru

Semua artikel
Mist NetworkMist Network